
Bagi T-Zoners yang udah berusia 17 tahun, alias yang baru boleh ikut pemilu, biasa disebut pemilih pemula. Ternyata jumlah pemilih pemula untuk pemilu 2009 lumayan besar lho, hampir mencapai 34% dari 147,219 juta jumlah penduduk Indonesia yang berhak memilih. So, kita nggak mau kan cuma jadi objek pemilu doang. Mentang-mentang baru ikut nyoblos eh nyentang, kita mau aja digiring sana digiring sini buat nambahin jumlah suara aja, tanpa tahu track record calon wakil rakyat dan partainya. Jangan salah lho, biar kata kita masih imutzz ^_^ kita berhak lho buat memilih siapa aja tanpa tekanan dari siapapun. So, sekarang saatnya jadi generasi muda yang cerdas dan kritis dalam menentukan pilihan. Jangan mau jadi bebek yang bisanya cuma whek-whek (???). Bagi T-Zoners yang bercita-cita jadi wakil rakyat, momen pemilu bisa jadi pendidikan politik gratis lho, asyik kan!
Nah, dah mulai gregetan kan? Yuk ikrarkan diri jadi Pemuda Peduli Pemilu!!!
Caranya gimana?
Sebelumnya pastikan dulu kalo identitas kita udah terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap). Kan nggak lucu, kalo kita sudah semangat ikut pemilu ternyata belum terdaftar jadi pemilih. Bisa berabe. Gunakan hak suara, jangan mau ‘golput’. Coz satu suara kita ikut menentukan nasib kita dan bangsa kita ke depan (Ciee…). Nggak mau kan dibilang remaja yang cuek sama nasib bangsa sendiri??
Trus langkah selenjutnya neh, cari partai Islam dan wakil rakyat dengan track record relatif bersih yang kadernya berusaha memegang teguh aturan-aturan pokok Islam dan harus cerdas tentunya. Biar kita bisa percaya sama mereka bahwa mereka bisa diandalkan. Jangan sampai salah coblos! Eh salah, bukan COBLOS tapi CONTRENG atau CENTANG!.
Habis itu latihan nyoblos dari sekarang, kalau ada simulasi pemilu datang aja. Paling nggak, tanya-tanya sama yang lebih ngerti deh. Jangan sampai suara kita jadi nggak sah atau abstain.
Pantau pelanggaran-pelanggaran dalam masa kampanye dan laporkan pada Panwaslu terdekat. Ikuti kampanye dengan tertib. Makanya pilih partai yang kampanyenya tertib dan damai, nggak pake ngamuk-ngamuk dan jingkrak-jingkrak segala. Bikin rusuh tauukkk!
Tolak kebiasaan memberikan uang dengan imbalan suara, trus tolak sekalian partainya, baru nyalon aja udah pinter nyogok ato nyuap, gimana kalo udah jadi wakil beneran?? Pokoknya MONEY POLITIC, NO WAY! Ssst, ini juga bisa memberikan pendidikan politik buat parpol yang bersangkutan lho, biar kapok!!! Dengan gitu, kita juga udah ikutan dukung pemilu luber dan jurdil.
Nah, kalau dari sekarang kita udah punya sikap dan perilaku politik yang baik seperti itu, nggak mustahil suatu saat kitalah yang jadi anggota dewan atau pejabat negara. Yang tetap Islami tentunya…amiiiin! (Ref: HANIF, Edisi 23 tahun 2003&berbagai sumber)

No comments:
Post a Comment